Sabtu, 18 Februari 2017

First Time (kadang yang pertama itu yang paling istimewa)

First Time.

Yes. First time atau pertama kali udah tau keleeess. Iya sesuatu yang dilakukan pertama kali itu emang patut buat diceritain. Ya mungkin bagi sebagian orang hal yang gue lakuin ini bukan yang pertama kalinya bagi mereka, tapi ya karena ini pertama kalinya buat gue, ya boleh lah gue share sedikit boong, banyak juga di sini.

Sesuatu untuk pertama kali itu kadang-kadang emang bikin deg-degan, sakit perut, bahkan gak nafsu makan (kalo yang ini sih gak mempan buat gue). Kaya pertama kali jalan sama gebetan, pertama kali masuk kerja di lingkungan baru, pertama kali coba pake bikini weleh!

Intinya melakukan sesuatu untuk pertama kalinya bikin susah tidur. Oh iya, kadang yang pertama kali dilakukan itu hasilnya beda-beda. Ada yang berhasil banget ada juga gagal total. Yah, namanya juga baru pertama. Masih ada plan B, C sampai Z serta kesempatan kedua sampe kesempatan ke-1000.


Nah, kali ini gue mau share soal pengalaman gue menjadi Validator Quick Count. Yep, kalo ngomong soal quick count pasti pikiran kita langsung tertuju sama suatu kegiatan coblos mencoblos. Mumpung masih anget kaya upil yang baru diambil berita soal Pilkada, dan baru kemarin juga warga Jakarta dan Banten yang melakukan coblos-mencoblos.

Oke, jadi awalnya gue bisa ikutan jadi validator karena teman gue yang kasih infonya. Dia bilang "Din, coba lo sms ini supervisor kali aja posisi kosong gue bisa diisi sama lo," Setelah gue sms akhirnya gue masuk jadi validator dengan bantuan supervisor lain. Iya jadi posisi kosong temen gue udah ada yang isi, tapi supervisor itu yang namanya Windy kasih nama dan nomor gue ke supervisor yang lain namanya Nilam.

Singkat cerita, sebelum kerja jadi validator quick count gue harus mengikuti training. Oh iya, syarat menjadi validator ini cukup mudah. Loe cuma harus bawa laptop+charger, handphone+charger, dan handsfree. Nah, saat training semua laptop kita dihubungkan ke suatu LAN yang hanya bisa mengakses satu laman khusus.

Kemarin itu ketika hari training jaringan LAN nya bermasalah karena hampir semua laptop validator tidak bisa terhubung ke internet. Akhirnya sekitar 2 jam lebih kita hanya sibuk membetulkan jaringan ini yang menurut gue membuang waktu cukup banyak. Setelah semua internet bisa, akhirnya dimulai uji cobanya.

Jadi, ternyata validator yang berjumlah hampir 600 orang itu dibagi dua yaitu validator real count dan quick count. Gue sendiri saat itu sebagai validator real count. Namanya sudah berbeda, artinya beda, jelas tugasnya juga berbeda.

Sebagai validator real count, tugas loe terbagi dua waktu. Saat pagi dari pukul 7 sampai 10 pagi, tugas loe mengecek kehadiran saksi dari ketiga pasangan calon di tempat pemungutan suara (TPS). Oh iya, satu validator bertanggung jawab terhadap 50 relawan di 50 TPS. Dalam laman khusus tersebut. ada dua daftar di dalam kotak yang berisi Daftar TPS Belum Beres dan Sudah Beres.

Daftar TPS Belum Beres itu artinya nama-nama relawan yang belum mengirimkan sms ke sms center yang nantinya masuk ke laman khusus itu. SMS nya harus sesuai format yang telah diberikan dari penyelenggara real count ini. Ketika itu gue bekerja atas nama Cyrus Network.

Ketika pagi itu gue sangat beruntung hanya menelepon sekitar 12 relawan. Gue bertanggungjawab untuk TPS Jatinegara Kaum 1-35 dan Kayu Putih 1-15. Tugas di pagi hari juga sangat mudah hanya menanyakan, "apakah saksi dari ketiga pasangan calon sudah hadir?"

Tugas pertama ini gue selesaikan hanya dalam waktu kurang dari sejam kayanya. Paling cepat di antara teman-teman satu blok. Oh iya saat itu gue bagian dari Blok 7 dan satu blok berisi kurang lebih 35 orang. Nih gue kasih sneak peak nya tampilan laman khusus itu.






Ya, kira-kira seperti itu. Sementara ketika siang hari yaitu dimulai dari pukul 1 siang sampai 4 sore, tugasnya bisa dibilang cukup berat karena kita harus teliti dan mendetail. Tugas kedua juga harus sabar karena tidak semua TPS memulai penghitungan suara dengan tepat waktu berbarengan. Ada jam 2 siang sudah dimulai, ada juga yang baru memulai.

Nah saat-saat tersebut saya ketar-ketir karena pada saat rekan sebelah gue satu persatu relawannya mengirimkan SMS soal hasil suaranya, sedangkan gue saat itu prosesnya lama. Gue inget banget jam 3 sore itu baru sekitar 5-10 relawan yang kirim. Kebayang dong mesti telepon berapa relawan lagi? Hamsyong! Ada juga kejadian, beberapa nomor telepon relawan yang tidak aktif. Entah nomornya salah atau mati.

Nah, kalau sudah begitu saya harus hubungi Koordinator Keluarahan atau Koordinator Kecamatan.
Akhirnya setelah berkutat selama 5 jam, sekitar jam 6 sore, semua hasil suara terkumpul. Ah, lega banget. Gue boleh bersenang-senang, tetapi ada di blok sebelah gue yang masih menghubungi relawan ketika isitirahat sholat magrib.Gue langsung bersyukur.

Lumayan pegel sih seharian berkutat di depan laptop dan handsfree harus selalu nyantel di kuping. Tetapi untungnya, dari pagi sampai makan malam, perut kita terjamin banget. Coffee break di tengah-tengah itu juga sangat membantu. Tempat sholat juga cukup memadai. Dan tentunya dapat fee. Ya karena yang ikut banyak yang masih kuliah, fee segitu lumayan banget untuk nambah uang jajan. Sementara bagi gue pengangguran, fee segitu seperti mendapat angin segar kaya "Akhirnya gue punya duit sendiri lagi." atau "Ah senangnya akhirnya di dompet ada terselip lembaran kertas berwarna merah dan biru" 😃😃😃

Nih, gue kasih tahu suasana di dalem ruangannya, meski gak semuanya keliatan yaw!



Oh iya, gue juga sempet bikin naskah dialog saat gue menelepon relawan biar gak gugup. Padahal udah sering telepon narasumber tanpa persiapan. Hehehe...







Btw, keren ya nomor gue 212 kaya wiro sableng. 😄😄😄😄

Selain pengalaman kerjanya, di sini gue juga bisa kenalan sama teman-teman lain yang notabene umurnya di bawah gue semua berasa tua!, emang udah tua deh. 

Yap, mungkin itu saja cerita pengalaman gue menjadi seorang validator real count.

Anw, melihat hasil Pilkada 2017 kemarin yang beda tipis antara pasangan calon nomor 2 dan 3, kayanya sih bakal ada putaran kedua. Dan semoga gue bisa ikut lagi jadi validator real count.
Semoga diizinin lagi atau semoga gue udah dapat kerja tetap jadi gak perlu ikut jadi validator lagi.

Terakhir gue kasih foto teman-teman satu blok plus supervisornya yang baik.







Oke deh, sampai bertemu di tulisan berikutnya.

Salam Manja,

Dini
(Kartika Chandra / 14-15 Februari 2017)